lundi 30 mai 2011

Dedicated to you.

Yeah, ini untuk si jarak kurang lebih 50 kilometer dari domisili saya.

Sejujurnya gue engga mengerti betul kenapa harus elo, yes yes yes yes yes YOU! Awalnya tidak mengira sama sekali bahwa akan ada "sesuatu yang sentimentil" hadir dipikiran ini tentang elo, ya tentang diri lo yang muncul. Mungkin awalnya ini sesuatu yang santai, sesuatu yang tidak ada artinya, sesuatu yang "ah biasa saja"  namun lama-lama itu menjadi sesuatu yang mempunyai sedikit arti buat gue. Sampah memang! 

Sepertinya sih mungkin awalnya ini hal kecil lho, bukan hal besar atau "wah" ketika waktu gue hampir habis diisi oleh lo. Dengan nenghampiri tempat A, B, C hingga Z hampir selalu bersama itu membentuk suatu kebiasaan yang lama-lama jadi punya arti buat gue sendiri dan mulai merasa "nyaman" dengan melakukan  semua aktifitas mengusir penat bersama lo. Gue merasa seperti ada magnet, dan menurut gue, elo pun juga "merasakan magnet itu ada". Buktinya, gue hampir terlibat di dalam semua aktifitas kesukaan lo, Sehingga tanpa sadar pun publik mulai punya persepsi sendiri tentang kita. Ya engga tahu sih kalau omongan publik ada yang sampai atau tidak ke telinga lo, yang jelas semua persepsi publik itu sampai ditelinga gue, dan ketika gue dihadapi dengan pertanyaan dari seorang teman, gue hanya bisa menjawab "oh engga kok, orang engga ada apa-apa" ya karena memang begitu adanya. 

Gue selalu denial semua persepsi publik, tapi yang ada makin kesini gue merasa kalau ternyata gue engga biasa. Gue mulai tertarik dengan melakukan aktifitas menyenangkan sama lo, mulai ada "serbuk-serbuknya" dan gue mulai membuat perubahan pada sikap gue biar lo tuh tau kalau gue "engga biasa sama lo" sampai hal-hal kecil seperti sms pun mulai eksis diantara kita. Ya gue akui kalau gue benar-benar nyaman sama lo, gue senang bermain dan menghabiskan waktu sama lo sampai gue engga sabar menantikan hari-hari selanjutnya main sama lo. Gue senang berbagi tawa, cerita bahkan cemooh bareng sama lo dan gue selalu senang mencoba tempat baru sama lo. Asal lo tahu aja, semua rasa senang dan kenyamanan gue sama lo ini tulus, pure gue rasain sendiri. Gue bukan tipikal seorang gadis yang mempermainkan perasaan cowo kok. Tapi gue cuma bermasalah sama ekspresi dan respon, dan gue engga tahu kenapa bisa begitu.

Tapi dibalik semua ini, gue merasa ada yang mengganjal. Gue merasakan kalau elo punya pribadi yang aneh (mungkin) kenapa bisa gue bilang begini? ya itu karena ketika sikap lo berdua sama gue aja dan ketika sikap lo ke gue diantara teman-teman itu beda. Mungkin seharusnya gue jangan ge-er kali ya, tapi beneran ketika lo lagi berdua sama gue, sikap lo manis sekali dan baik engga cuek. Lo berusaha menjadi seorang pendengar yang humble dan menyenangkan, tapi kalau sewaktu ada teman-teman diantara kita, yang ada lo itu cuek dan seperti tidak pernah menganggap gue ada, ngobrol pun jarang. Lo seperti tidak mau publik tahu kalau kita suka menghabiskan waktu bersama.

Sekali atau dua kali seperti itu tidak masalah, tapi lama-lama gue cape. Gue merasa kalau gue seperti tidak terima dengan sikap lo ini dan gue merasa "craving and chasing you".  Mungkin bisa aja ada yang ber-opini "ah elo aja kali dith yang ekspektasinya lebih dan terlalu menganggap ini serius" ya memang mungkin bisa saja seperti itu, tapi kan ekspektasi itu engga bisa muncul gitu aja, pasti ada asal-muasalnya.

Ya begitulah adanya, gue semakin "nyaman" dengan rasa ini ke elo dan gue engga bisa apa-apa. Gue hanya bisa menyimpannya didalam hati sehingga membuat ini semua menjadi sebuah konflik batin buat gue sendiri. Gue sedih banget melihat kita sekarang itu, "seperti orang yang hampir engga kenal" jarang terlibat percakapan apapun, bahkan seperti menghindar. Gue engga tahu apa dasar yang membuat kita menjadi orang yang setengah engga kenal ini,  hubungan antara elo dan gue masih mulus sebagai teman, kawan bahkan partner bermain sampai akhir februari tahun ini, setelah februari? semuanya berbeda. Tidak ada lagi waktu luang yang kita habiskan bersama meskipun itu untuk sekedar mencari pernak-pernik kecil di mobil lo. Kenapa sih mesti berubah? seharusnya kalau gue punya salah, elo bisa bilang kan ke gue atau kalau seandainya lo punya seseorang yang baru, yang lo sukai kan bisa bilang ke gue. At least, gue masih mengharapkan pertemanan kita, gue masih menginginkan waktu cerita-cerita dan sharing apapun sama lo. Gue  engga mengharapkan hal lebih kok.

Honestly, i miss those moments a lot! Tapi mau apalagi, toh sekarang lo seperti muak sama gue. Dengan jarangnya kita terlibat conversation apapun membuat gue berpersepsi banyak hal. Hey boy! are you insane? Lo udah berhasil membuat gue galau, lo udah berhasi membuat gue mikirin lo, ah shit! Gue engga suka hal ini. Yasudahlah mungkin memang begini adanya, mungkin ini adalah bagian yang mesti gue hadapi dan lewati. Sekarang lo seperti sangat tidak tertarik untuk mengobrol sedikitpun dengan gue, oke i take it. Mungkin gue bukanlah sosok yang menarik lagi untuk diajak berbicara.

Terimakasih sudah menjadi "cerita pendek belum rampung" di tengah tahun 2010 hingga awal tahun 2011. Mungkin gue yang salah mengartikan ini semua, salah mengartikan semua sikap lo ini, mungkin gue terbunuh oleh ekspektasi gue sendiri. Semoga elo selalu senang dengan cerita hidup lo, Mungkin lebih baik kita bersikap seperti orang yang hampir engga kenal aja. Semoga ada sosok yang bisa dengan benar menggunting kuku lo ya.

Thanks.

vendredi 6 mai 2011

Nothing

I am simply impertinent to you while the dull routine of being behind the line fills me with an inexhaustible supply of cherful patience..........

Setelah 30 hari dibulan April terlewati begitu saja. Tidak ada perubahan yang signifikan dari segi apapun. Meskipun ada, hanya sedikit sekali. Ya sedikit, seperti bakteri yang tidak dapat terlihat oleh mata.


Menyedihkan. Sangat menyedihkan sekali. Betul-betul menyedihkan!
Ketika sudah mulai terbiasa dengan sesuatu hal yang merupakan dasar dari sebuah kenyamanan, ketika diri ini sudah "mulai mengakui dan menyadari" namun semua itupun lenyap begitu saja, pergi tanpa permisi dan alasan yang pasti. Siapa yang harus disalahkan? Tidak tahu. Siapapun tidak ada yang tahu.

Berusaha merapat namun tidak dapat merapatkannya. Berpisah dan saling memisahkan, saling menghindar dan menghindari. Adakah cara yang lebih efisien? Dibandingkan harus bertingkah menyelinap, lari dan menghindari sebuah kenyataan. Seekor monyet pun enggan melakukan hal itu.

Apakah banyak yang salah didalam sebuah ekspektasi? persepsi dan konklusi? Sepertinya begitu.


Asik bermain dengan ekspektasi dan membuat jatuh kedalam ruang yang dimana harus "ditinggal sendiri". Semua ini menyedihkan, membuat tertinggal dan terjembab didalam kerisauan. 

Siapa mempermainkan siapa? Fuck you expectations.