mardi 1 novembre 2011

Unlimited Love.

 "The stars in heaven shine so bright, but did you know you were my light?
You helped me grow, you set me free, you always saw the best in me. And did you know when days were sad, you always cared, my heart was glad. My thoughts of you are always sweet, and you have made my life complete. "
Kali ini saya akan berbicara tentang seseorang. Ya, seseorang yang sangat berarti banget buat saya. Hampir selama 7 tahun kita saling kenal. Tapi lebih dalam untuk mengenal pribadi masing-masing itu sekitar 6 tahun.

Kami sama-sama bersekolah di SMA yang sama. Dulu waktu kelas satu, kelas kita bersebelahan. Saya 1-1 dan dia 1-2. Awalnya kalau engga salah, first impression dia engga suka sama tingkah laku saya, ya saya akui karena saya itu suka asal bicara sama orang, siapa coba yang engga sebel. (ha ha) Tapi hal itu engga terjadi lama, kita mulai mengenal dan hilanglah first impression tadi karena kami satu organisasi di basket waktu sekolah. Padahal saya engga bisa main basket, cuma sekedar lempar-lempar bola saja. Tujuan ikut ekstrakulikuler basket pada waktu itu karena engga ada lagi ekstrakulikuler yang menarik di sekolah, ha ha. Ya, karena satu ekskul basket. Kami jadi sering bertemu, ngobrol, bercanda dan lainnya. Acara pelantikan pun membuat kita jadi lebih akrab satu sama lain. Itu cuplikan kecil tentang awal pertemanan saya dan dia. Kita engga pernah satu kelas sampai lulus. Dia ilmu eksakta dan saya sosial.Tapi itu bukan halangan buat engga main bareng. Setiap habis latihan basket dia pasti sering mampir kerumah bareng anak basket lainnya yang juga teman dekat saya. Jujur saja saya paling dekat dengan dia diantara yang lain, saya sering curhat ke dia, begitupun sebaliknya. Engga ada yang ditutupin diantara kita, bahkan hal yang sebetulnya sangat-sangat privasi juga kami suka sharing berdua. Dia lebih dari sekedar tong sampah. 

Roberto Suhari Punjanan ya dialah orangnya. 

Dia laki-laki yang sangat saya sayangi setelah ayah dan kedua saudara kandung saya. Seorang pribadi yang tampan wajahnya, sangat mandiri, sangat pekerja keras, sangat optimis, penuh motivasi, dan selalu bertingkah konyol. Laki-laki yang umurnya beda dua bulan lebih tua dari saya, laki-laki yang akte kelahirannya telat dikeluarin kelurahan (ha ha), laki-laki yang percaya sekali bahwa setiap bekerja keras pasti hasilnya akan sangat memuaskan, laki-laki yang selalu memotivasi saya, laki-laki yang sebetulnya kadang-kadang suka sensitif, laki-laki yang suka makan Indomie pakai nasi, laki-laki yang selalu suka menjemput saya, dan dialah satu-satunya laki-laki tanpa ada hubungan darah yang menemani saya ketika ibu saya dirawat di ICU sampai malam hari sebelum ibu saya meninggal 3 tahun yang lalu.

Loyalitas, perhatian dan semangat dari dia sangat luar biasa, (Saya pikir seorang pacar pun belum tentu bisa berbuat seperti ini) Engga pernah ada kata menjatuhkan yang saya dengar dari mulut dia selama 6 tahun kedekatan ini. Kami selalu bisa menempatkan dimana waktu bercanda dan dimana waktu ketika kita berbicara serius. Kami selalu berusaha untuk saling mendengarkan, mengerti dan menghargai satu sama lain. Dia sudah sangat familiar sekali di dalam lingkaran keluarga saya. Ayah, alm Ibu, Kakak-Adik, Sepupu-sepupu, Tante dan keponakan saya selalu ingat dengan dia. Bahkan sesekali mereka bertanya akan kabar dia. You take a place bert! Oiya ayah saya pernah bilang "berto itu calon orang sukses".

Saya belajar banyak hal dari dia, banyak banget! Terasa perubahan cara berpikir kita dari jaman abegeh SMA blepotan hingga sekarang kita yang sedang bersama-sama berproses menuju pribadi yang lebih baik lagi. Awalnya saya sangat engga yakin ikutan program pertukaran pelajar ke Perancis, tapi dia benar-benar membuat saya yakin 100% mengikuti program tersebut. Dialah yang memompa keyakinan saya dengan setiap celotehan yang dia lontarkan. Dia selalu menjadi orang pertama untuk mendengarkan kabar-kabar terbaru yang saya alami.


Dear bebeto, banyak hal yang udah kamu kasih dan tanpa kamu sadari semuanya itu udah sangat berarti buat aku. (pake aku-kamu ah biar sweet) Engga tahu berapa banyak dan engga bisa terhitung. Mungkin basi kalau cuma sekedar kata terimakasih dari aku, but i just can't thank enough. Aku percaya kamu bisa jadi seseorang yang lebih hebat dari sekarang dan sangat sukses. Kesuksesan milik kamu udah ada di depan mata kok, tinggal dicolek dikit aja :) semoga kita masih bisa saling memberi semangat setiap waktu di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.

Dibalik keakraban kita ini, kita juga dipenuhi berbagai ragam perbedaan, Kita engga sama-sama dalam keyakinan yang sama, kita berbeda, namun kita sangat menghargai sekali hal ini. Eiya kita punya statement yang sebetulnya agak tolol sih, kalau sampai umur 25 nanti kami berdua belum menemukan pasangan yang benar-benar pas, kami akan menjadi sebuah pasangan, ha ha! (roberto ikut keyakinan saya tapi ya, ha ha ha)

Saya sayang banget sama dia. Benar-benar sayang dan engga rela kalau ada yang merebut dia semena-mena dari saya (Kecuali Tuhan yang merebut, tapi Tuhan engga pernah merebut secara semena-mena kan?) saya engga rela lihat dia sedih, engga rela lihat dia disakiti atau apapun. Saya selalu berharap akan hal yang terbaik untuk dia. Selalu :)

Terkadang saya berpikir saya engga butuh seorang kekasih kalau semua loyalitas, perhatian, semangat, kehangatan, rangkulan, pelukan, senyuman, ketololan, dan canda tawa bisa saya dapatkan dari seseorang bernama Roberto Suhari Punjanan, my (more than) boyfriend, my unlimited love.





Love and miss you, Always.