vendredi 23 décembre 2011

Me and Christmas 2011

2011, tahun yang sangat berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena tahun ini saya berkesempatan bisa stay for 1 semester in France. Sebuah hadiah dari Tuhan yang saya sendiri merasa ini adalah hadiah terindah dan juga terburuk, masalah detailnya engga usah diceritain lah ya. ha ha.

I'm so happy, really happy! living in France for 1 semester it's such a gift. Having a lot of friends from different country, knowing new culture, and had a new experiences! 

I've learned many things in here, the good things and also the bad things. ha ha. Everything seemed so beautiful for me.

Have a chance to living in Europe, it's a chance to life in paradise. Maybe for those who aren't felt it, you can judge me "lebay lu dit"  tapi beneran deh, menurut saya kalau kita sudah meninggalkan Indonesia, terus stay di sebuah negara yang lebih baik dari kita ntah itu Eropa, Amerika atau Australia dan harus kembali lagi ke Indonesia, pasti disaat-saat kalian mau meninggalkan itu semua kalian akan berada pada titik kegalauan.You don't believe it? cobain deh.

*****
Suasana Natal disini berasa banget lho! beda banget sama di Indonesia. Dari kecil sampai sekarang i always love the Christmas time!
Eventhough i'm not christian, but i always pay attention in christmas party.  ♥ ♥ ♥ ♥




Celebrating Christmas with friends, eat some cakes, chocolates and candies... so lovely! ♥ ♥
Di Perancis, speaker di sepanjang jalan memutarkan lagu-lagu natal, saya rasa engga cuma di Perancis aja sih pasti di negara Eropa lainnya atau negara-negara di Amerika juga gitu kayanya., cuma bukan di Indonesia aja, hi hi.

Christmas for me is a joy, a peace and a holiday.........

With the international students in Pre-Christmas Party

"May joy and happiness snow on you
May the bells jingle for you
May Santa be extra good to you!
Merry Christmas!"
"Je te souhaite un agréable Noël,
Qu'il t'apporte joie, sérénité et bonheur "

jeudi 22 décembre 2011

One trick and Voilà! (Final)

YA, ini lanjutan dari cerita londo. Buat yang baru baca ini, biar nyambung baca postingan sebelumnya aja dulu dibawah ini ehehe.
 
Hari jumat minggu lalu ada acara anak Erasmus (erasmus itu isinya anak-anak pertukaran pelajar) jadi itu semacam acara perpisahannya anak-anak exchange, karena bulan Desember ini udah masuk musim liburan dan banyak dari kita yang akan meninggalkan kota La Rochelle maka terjadilah pesta perpisahan itu. Saya udah kira londo bakalan datang, karena dia kan anak exchange juga. Kita terlibat perbincangan tapi engga banyak soalnya dia banyak berbincang sama anak-anak exchange lainnya. Saya engga kepikiran akan bertemu dia lagi.

Esoknya hari sabtu, teman saya orang Spanyol berulang tahun dan mengadakan pesta. Saya datang bersama kedua orang teman saya. Memang ya kadang yang engga terduga itu menyenangkan, dan ternyata si londo datang juga ke pesta itu tapi saya duluan yang sampai. Jadi ceritanya itu saya kan udah sampai sekitar 20 menitan dan saya sedang ngobrol dengan salah satu teman, dari kejauhan saya lihat si Isaac (teman londo) langsung saya berpikir "wah ada londo berarti" dan ternyata memang ada. (yihaa!)

Ternyata dia sempat mempertanyakan saya ada dimana ke salah satu teman (makin seneng deh gue broh!)  akhirnya kita teribat banyak pembicaran, tapi sebetulnya kurang kondusif karena suara kita kalah oleh suara musik pesta. Kita sempat keluar dari ruangan dan berbicara diluar, pembicaraan sangat seru tapi dia harus pulang sebelum jam 12, sebelum keretanya jadi labu (cinderella dong doi :p) dan akhirnya kita memutuskan untuk......................... ya kami memutuskan untuk bertemu berdua hari senin jam 3 siang setelah dia selesai belajar di perpustakaan. hi hi

*******

Hari senin tiba dan saat itu hujan di La Rochelle, tapi engga menghalangi saya buat ketemu dia. (wihiii...) Saya mengirim sms ke dia untuk memastikan kita bertemu di perpustakaan. Akhirnya saya sampai juga di perpustakan dan pas dengan waktu dia selesai belajar, akhirnya kami bertemu dan menuju cafe terdekat dari perpustakaan untuk meminum secangkir coklat panas. (itusih minuman saya, dia aneh pesennya coca cola padahal lagi hujan dan dingin.) Kita banyak cerita seputar Indonesia dan seputar Belanda, banyak bertukar informasi antara negara kita dan sempet cerita soal sejarah juga (penting abis ye kan tuh! untung semalam saya udah googling soal Indonesia dan Belanda) saya mengajari dia beberapa kata bahasa Indonesia, dia juga ngajarin saya nulis beberapa kata bahasa Belanda. Dia banyak tersenyum selama pembicaraan berlangsung, sangat mengasyikan sekali, namun kata-kata copine keluar 3 kali dari mulutnya mewarnai perbincangan kita. Semakin jelas kalau dia sudah punya copine.

Saya senang bertukar pikiran dan sharing informasi sama londo, he's such a great person, smart and humble. Seorang teman yang baik dan menarik, katanya kalau saya ke Belanda saya boleh menginap di rumah dia. Oiya satu lagi, meskipun dia seorang bule tapi dia sangat membenci prostitusi, engga ngerokok, engga ngeganja (padahal di Belanda legal) dan hanya meminum alkohol tanpa mabok. Sosok umat kristian yang taat. Dia pulang ke Belanda sebelum natal, (tanggal 22 Desember) dan saya mengantar dia ke gare sebelum kereta berangkat, saya hanya memberikan sebuah hadiah dompet kecil untuk uang receh yang motif dompetnya Indonesia sekali dan sebuah postcard untuk dia dan saya pesan ke dia untuk membukanya di kereta.

sebelum pergi
Akhirnya dia masuk ke dalam kereta dengan membawa semua barang-barangnya, sebelum itu dia berterima kasih pada saya karena sudah mengantar ke gare dan dia memeluk saya sambil berpesan: "tu dois profiter La Rochelle avant de partir" | (kalau tidur jangan mangap) bukan deng, artinya gue harus memanfaatkan keberadaan gue di La Rochelle sebelum gue ninggalin La Rochelle.

Intinya, saya senang berteman baik dengan dia. Kan jarang banget punya kesempatan berteman sama orang berkebangsaan dari negara lain yang ternyata asyik banget kayak gini. Saya engga akan melupakan hal ini, apalagi awal permulaan kami bisa kenal hanya karena sebuah modus peminjaman pulpen aja, hi hi :-)


oiya dia langsung sms saya setelah buka kado di kereta :)

Terus jadinya gimana sama londo? 
Untuk menjawab pertanyaan itu, setelah dirasakan (cuih) ya engga gimana-gimana sama dia, temenan aja. Lagian disamping itu londo sudah punya copine, nanti bakalan ada pengulangan zaman penjajahan kumpeni Belanda lagi! ha ha.

***case closed***

dimanche 18 décembre 2011

One trick and Voilà! (to be continue)

Kali ini mau cerita sedikit tentang si "londo". Kenapa mesti "londo" ? ya karena emang "londo"
buat yang belum tahu apa artinya "londo", cobalah iseng search di google ya! ha ha.

Jadi awalnya saya lihat dia pas di Erasmus Party (pestanya anak-anak exchange) yang diadain sama General Humbert waktu sekitar bulan Oktober, saat itu dia pakai kaus biru bertuliskan "s. Oliver" saya emang orangnya suka foto-foto, jadilah saya fotoin semua teman-teman saya termasuk dia, tapi kita belum kenal. akhirnya saya memutuskan untuk jadikan dia sebagai teman di Facebook, karena nama dia muncul gitu pas saya lagi buka profil Facebook teman Erasmus. Ya, kami berteman dan saya tagged lah foto dia itu. That's it.

Sudah agak lama dari acara itu saya ngobrol sama salah satu teman saya  orang Indonesia, dia emang eksis abis di La Rochelle, semua anak exchange pasti tau dia. Terus berawal dari obrolan iseng ngomongin bule, dan pokoknya saya bilang kalau menurut saya si londo lucu tapi teman saya cuma jawab "dih doi kan homo" | (oiya sekedar cerita, teman saya ini selalu bilang kalau semua bule yang saya taksir homo, sewot banget dengernya) tapi akhirnya teman saya bilang kalau londo bukan homo dan dia juga bilang "kok lo sukanya gitusih, culun ah men!, doi udah punya cewek tau" tapi saya hanya balas perkataan teman saya itu dengan mempromosikan diri saya. HA HA

Beberapa minggu kemudian, saat itu hari senin dan saya ada kuliah tapi saya engga bawa pulpen dan saya belum kerjain tugas (duh mahasiswa kok gini) #senyum malu-malu.
intinya ya saya perlu pulpen buat ngerjain tugas di perpustakaan, terus saya lagi mengemis sama teman saya buat dipinjami pulpen dan tiba-tiba teman saya itu ngomong "tuh laki lo noh" pas saya nengok eh ternyata si londo itu! wajah saya sumringah dan terlintaslah untuk pinjam pulpen ke londo (sekalian modus juga, klise sih. ha ha)

Setelah peminjaman pulpen (yang sebetulnya juga modus) saya jadi suka ngobrol sama dia, kita sering bertegur sapa kalau bertemu dan jadi banyak bahan obrolan sama si kumpeni satu itu. Hah kumpeni? ya, jadi dia, si londo itu adalah kumpeni alias si bangsa penjajah negara kita dulu. Seorang Nederlander a.k.a orang Belandé yang ngejajah kité. (APASIH dith?) Perawakan si londo itu emang klimis-klimis jaman VOC gitu, ha ha. Hidung mancung, tinggi lumayan, putih pasti, rambut pirang terus dikeriting (engga keriting deng) tapi kalau soal rambut kelimis rapih iya, dia selalu suka pakai kemeja terus nanti pakai jaket gitu warna merah dan naik sepeda sambil bawa monyet (ha ha engga lah ya, emang dia tukang topeng monyet :p ) Mungkin karena rambut dia yang terlalu rapih itu temen saya bilang dia culun.

Saya pernah ngaku soal ini ke teman dekat saya disini orang berkebangsaan Australia, terus teman saya bilang gini : "mais edith, londo a une copine. (tapi dith, si londo udah punya pacar tau) | dan saya jawab gini: "c'est pas grave! c'est seulement une copine, pas une femme! ha ha (santai, baru pacar ini bukan istri) ha ha. Kemudian dia ngatain saya gila.

Intinya sih berkat sebuah peminjaman modus itu saya jadi makin modus sama si londo. dan nanti kalau dia main ke Indonesia, saya janji mau traktir dia sate ayam. ha ha. (engga penting banget) dan kenapa saya panggil dia londo ? karena dia emang londo. ha ha!

Nantikan cerita saya dengan si londo  Ya! quando, quando, quando....

foto saya dan dia yang diambil diam-diam oleh teman saya. 
(thanks to restu aeni paparazi jawa barat)


jeudi 15 décembre 2011

(Suatu ketika) aku dan dia.

November, pukul 14:00 pm.

Siang ini cerah berawan, waktu yang pas untuk meminum secangkir coffee latte dan menyemil kue-kue coklat di cafe langganan. Kuliah hari ini tidak se-hectic biasanya, masih tersisa banyak waktu untuk menghabiskan hari.

Terduduk disofa sudut cafe, dibawah AC, dekat jendela dan ditelinga sudah terpasang earphone ipod yang sedang memutarkan lagu Mushaboom dari Feist. Perfect! sudah lama tidak seperti ini, menikmati sisa hari dengan cara ini. Akhir-akhir ini terlalu disibukkan dengan "printilan" yang cukup menghebohkan, sehingga engga ada waktu sedikitpun yang tersisa untuk "santai". Asyik sekali menikmati siang hari ini dan sesaat termenung melihat pemandangan diluar cafe, melihat sepasang kekasih pelajar sma yang sedang bercanda bergurau didepan vespa milik si anak laki-laki. Si gadis terlihat kesulitan memasang helm dan terlihat sang kekasihnya pun membantu memasangkan helm yang benar sambil bertingkah yang aneh hingga si gadis pun tertawa. Tak lama kemudian vespa melaju pergi, Kedua sejoli itu pergi entah kemana dengan tertawa riang..

Pemandangan tadi cukup mengingatkan pada memori beberapa tahun lalu, mengingatkan kisah aku dan dia. Ya, kisahku dan dia dimana kita masih sering bersama menghabiskan waktu bersama, bertingkah konyol, saling tertawa, bersenda gurau, saling memberi perhatian satu sama lain dan pergi ke toko buku kuno bersama dengan vespa merah miliknya. Itulah ritual kami setiap sepulang sekolah dulu, terlalu indah untuk dilupakan. Semua masa-masa sekolahku hanya terisi oleh dia, dia yang adalah kakak seniorku. Ah sial! aku rindu moment itu.

terputar lagu Graveyard dari Feist di ipod....

Muncul seketika dikepala "apa kabar ya dia", sudah hampir 2 tahun terakhir kami tidak ada kontak satu sama lain, namun aku sudah terlalu benci dengan dia. Saking terlalu bencinya hingga membuat aku selalu teringat olehnya. Aku benci dia setelah kejadian saat itu, saat dimana dia meninggalkanku dengan penuh ketidakjelasan. Saat itu bulan juli hampir 2 tahun yang lalu, kami berencana liburan bersama ke Yogyakarta, semua rencana sudah tersusun rapih, hari yang ditunggu pun tiba, aku sudah terduduk manis di dalam kereta api namun dia belum datang padahal sudah 10 menit lagi kereta berangkat, aku coba untuk menelpon dia berkali-kali namun tidak diangkat. 3 menit sebelum kereta pergi, ada sms masuk ke ponselku. Sebuah pesan baru dari dia, wajahku sumringah melihat nama dia di inbox, namun isinya.......... "maaf, aku engga bisa nemenin kamu, jaga diri ya. maafin aku". Aku bingung dibuatnya, aku engga ngerti ada apa ini, aku berpikir dia sengaja ingin membuat kejutan untukku, namun ternyata itu hanya sekedar pengharapanku saja.

Kunikmati perjalanan seorang diri didalam kereta, Jakarta-Yogyakarta dengan menghubungi dia setiap waktu namun nihil. Ponselnya tidak aktif lagi, aku tidak mengerti apa yang terjadi. Aku mencoba untuk rileks dan tidak menangisi. Setelah 1 minggu tak ada kabar darinya, teman baikku memberi tahu kalau si dia ternyata ada di Bali sedang berlibur bersama seorang perempuan yang adalah mantan pacarnya, yang sama-sama berstatus seniorku juga. Aku benar-benar engga mengerti sama keadaan ini, kalaupun dia sudah tidak ingin ada hubungan lagi denganku bukan begini cara mengakhirinya, aku berusaha menghubungi dia dan sekedar menitipkan pesan lewat kawannya, namun tetap tidak ada respon. Dia lebih dari pecundang, pergi tanpa alasan dan kabar yang jelas. Semenjak itu kami sudah sama sekali tidak pernah bertemu hingga saat ini. Aku tidak mau membuang waktuku hanya untuk dia, tapi anehnya ternyata dia masih berhubungan dengan ayahku dan bertingkah seolah semua baik-baik saja. Aku tahu dia masih suka bertemu ayah dari bibi penjaga rumahku, "kalau pagi-pagi kan bapak main sepeda sama temen mba, si vespa merah". Pantas saja ayahku masih suka bertanya soal dia, tapi aku sudah cukup mati rasa mendengar nama dia, namun tak memungkiri kalau tanda tanya akan "peninggalan dia tanpa kejelasan" itu masih menggangguku. Aku sudah mencoba mencari kejelasan itu, namun secuil pun aku engga mendapat kejelasan itu. Sudah teralu capek tangan dan jariku memencet nomer ponsel dia dan nomor telpon rumahnya, hingga akupun memutuskan untuk menghapus nomor dia dan move on.. Sekarang aku sudah bisa lapang dada menganggap dia engga pernah ada didalam hidupku, aku sudah senang dengan kehidupanku sekarang dan akupun termenung sambil menarik nafas. (terputar lagu How come you never go there - Feist...)

"ting tung ting.." lamunanku buyar dengan bunyi dari ponselku, ada sms masuk dengan nomor pengirim tak dikenal. Segera aku membuka pesan yang berisi "Kamu apa kabar, dimana? aku mau ketemu kamu. Aku mau bicara banyak hal, -si vespa merah-". Ya, pesan dari dia.


*ini bukan cerita nyata yang nyata kok, sedikit improvisasi aja*

lundi 5 décembre 2011

Warning.

Jangan pernah me'label'kan diri sebelum kamu tahu seperti apa sebenarnya 'label dirimu'.

Jangan pernah memamerkan diri sebelum kamu tahu betul apa yang harus dipamerkan darimu.

Jangan pernah cepat menilai diri sebelum kamu tahu berapa nilainya.

Jangan pernah tergesa membuat kesimpulan sebelum kamu mengerti seperti apa problematiknya.

Amati betul dan cermati.